Beranda

00:00:00
LSPD Logo

Los Santos Police Department

LSPD Field Notes

Pamanahrasa Face Profile

Handbook Compiled By

Pamanahrasa

Lieutenant OSS

Badge #7041

Selamat datang di Kepolisian Los Santos. Handbook ini adalah panduan lapangan Anda. Pelajari 10-Codes, pahami rantai komando, dan ingat tanggung jawab Anda di lapangan. Lencana yang Anda kenakan adalah simbol kepercayaan kota ini. Bertugaslah dengan integritas, ketegasan, dan keselamatan.

Komunikasi radio adalah senjata utama Anda. Informasi yang jelas, padat, dan akurat dapat menyelamatkan nyawa. Pelajari dan biasakan menggunakan Ten-Codes, Sandi Callsign, serta Phonetic Alphabet.

Penggunaan 10-Codes & Kode Respon di Radio

Laporan Awal (Initial Reporting) — Contoh: "Dispatch, [callsign kalian] would be doing 10-55 [situasi] on [nama jalan], 10-60 gonna be [deskripsi kendaraan] with [jumlah penumpang] occupants inside. Standby for future updates."
Memperbarui Situasi (Updating) — Contoh: "Dispatch, for the last 10-55 situation on [nama jalan], it's now changing into active 10-57 (pursuit). Requesting 10-78 (backup) on my 20 (location). Suspect is now heading [arah pelarian]." Detail Arah: "Suspect is now heading West on Vespucci Blvd, taking left on intersection, heading South on San Andreas Ave."
Struktur Pembaruan Arah:
  • Action (Tindakan) — contoh: heading / belok kiri (turn left)
  • Arah Mata Angin — North / South / East / West
  • Nama Jalan — lokasi atau jalur jalan saat ini
  • Info Tambahan — landmark, kepadatan lalu lintas, deskripsi fisik suspect
Cara Mengucapkan Callsign:

Misal badge number Pamanahrasa itu 71102

  • Jika sendiri (lincoln): 71 Lincoln 102
  • Dengan partner (adam): 71 Adam 102

*Angka 71 merujuk pada nomor divisi/stasiun tempat bertugas.

Ten-Codes

10-1Meet me at _ / Temui saya di_
10-2Good Signal / Sinyal Bagus
10-3Stop transmitting / Kosongkan frekuensi
10-4Roger that / Acknowledged
10-7Out of Service (Off Duty / Sementara)
10-8In Service (Siap bertugas)
10-9Repeat / Ulangi transmisi
10-10Fight in progress / Keributan
10-12Stand by / Bersiap
10-13AOfficer Down! (Tertembak/Darurat)
10-13BOfficer Down (Kecelakaan/Pingsan)
10-14EMS down / Petugas Medis Tumbang
10-18Quickly / Segera lakukan cepat
10-20Lokasi saat ini
10-22Cancel / Batalkan instruksi
10-23Arriving on Location / Tiba di TKP
10-28Info plate / Informasi plat nomor kendaraan
10-29Checking Criminal Records / Cek catatan kriminal
10-31AHouse Robbery / Perampokan Rumah
10-31BStore Robbery in Progress
10-32Man with Firearms / Orang Bersenjata
10-34Suspicious Behaviour (Narcotics)
10-37Suspicious Vehicle / Kendaraan Mencurigakan
10-38High Risk Stop / Felony Stop
10-41On Duty / Masuk Dinas
10-42Off Duty / Keluar Dinas
10-45Illegal Hunting / Perburuan Liar
10-47Injured Person / Korban Cedera
10-50Vehicle Accident / Tabrakan
10-52EMS Needed / Butuh Medis segera
10-55Traffic Stop Biasa
10-57Chase in progress / Pengejaran Aktif
10-60Deskripsi Kendaraan
10-61Deskripsi Subjek/Orang
10-70Fire in progress / Kebakaran
10-71Gang War / Shootout
10-74Negative / Tidak Setuju / Salah
10-76En route / Dalam Perjalanan
10-77Need Assistance (Not Emergency / Backup Rutin)
10-78Need Assistance (Emergency / Backup Segera)
10-80Officer in Danger, can't respond / Polisi dalam Bahaya
10-89Bomb Threat / Ancaman Bom
10-90Bank/Jewel Robbery in Progress
10-94Drag Racing / Balapan Liar
10-95Suspect in Custody
10-97Unauthorized access / Penyelusupan
10-98Jailbreak / Pelarian Penjara
10-99Situation Concluded / Aman

Phonetic Alphabet

A: Adam
J: John
S: Sam
B: Boy
K: King
T: Tom
C: Charles
L: Lincoln
U: Union
D: David
M: Mary
V: Victor
E: Edward
N: Nora
W: William
F: Frank
O: Ocean
X: X-Ray
G: George
P: Paul
Y: Young
H: Henry
Q: Queen
Z: Zebra
I: Ida
R: Robert

Sistem Sandi Callsign & Kode Respon

Sandi Callsign digunakan untuk identifikasi unit saat komunikasi radio and dispatch.

Callsign Unit Assignment / Deskripsi
STAFFHigh Command
VICTORCommand Staff
ADAMSupervisor / NCO - Berpasangan (2 Officer)
LINCOLNSupervisor / NCO - Solo Patrol (1 Officer)
HENRYInterceptor Unit
GOLFInterceptor High Command
MARYUnit Motor (Patroli Roda 2)
DAVIDMetro Unit
BEASTBearcat Unit
NORAK9 Unit
AIRAir Support Division (Helikopter)
AIR-STAFFAir Support High Command
GEORGEDetective Unit

Kode Respon Lapangan (Response Code)

Code 1: Non-emergency. Patroli normal, wajib mematuhi aturan lalu lintas.

Code 2: Emergency ringan. Lampu rotator menyala, sirine mati (Pendekatan senyap).

Code 3: Emergency penuh. Lampu rotator & sirine aktif (Respons darurat prioritas).

Code 4: Situasi aman terkendali, tidak membutuhkan backup tambahan.

Code 6: Out of vehicle (Memulai investigasi di luar mobil patroli).

Radio Abbreviations

Daftar terminologi penting penegakan hukum (LEO) di radio.

  • ADW - Assault with a Deadly Weapon (Penyerangan dengan Senjata Mematikan)
  • ALS - Advanced Life Support (Bantuan Hidup Lanjutan)
  • ASAP - As Soon As Possible (Secepat Mungkin)
  • BLS - Basic Life Support (Bantuan Hidup Dasar)
  • BOLO - Be On the Look Out (DPO / Kendaraan Buron)
  • CCW - Carrying a Concealed Weapon (Membawa Senjata Api Tersembunyi)
  • DOA - Dead On Arrival (Meninggal Saat Tiba di Lokasi)
  • DOB - Date of Birth (Tanggal Larang)
  • DOC - Department of Corrections (Petugas Penjara / Lapas)
  • DUI - Driving Under the Influence (Mengemudi dalam Pengaruh Alkohol/Narkoba)
  • EMS - Emergency Medical Services (Petugas Medis / Ambulans)
  • FTO - Field Training Officer (Officer Pembimbing Lapangan)
  • GOV - Government (Instansi Pemerintahan)
  • GSW - Gun Shot Wound (Luka Tembak)
  • LVC - Lost Visual Contact (Kehilangan Kontak Visual dengan Target)
  • LEO - Law Enforcement Officer (Aparat Penegak Hukum)
  • LOS - Length of Service (Masa Bakti Tugas)
  • MDT - Mobile Data Terminal (Komputer Data Polisi)
  • PIT - Precision Immobilization Technique (Teknik Pelumpuhan Kendaraan)
  • POV - Privately-Owned Vehicle (Kendaraan Pribadi Sipil)
  • R&U - Read and Understand (Membaca dan Memahami Regulasi)
  • SIW - Standard-Issue Weapon (Senjata Dinas Standar LEO)
  • VCB - Visual Contact Broken (Kontak Visual dengan Target Terputus)

SOP Taktis wajib dipatuhi untuk memastikan keamanan Officer dan masyarakat. Pelanggaran SOP dapat berakibat fatal secara operasional maupun administratif (Pemberian sanksi Strike).

1) Hentikan Kendaraan

Nyalakan sirine/lampu rotator, lalu umumkan lewat mic:

"This is LSPD to [Deskripsi Kendaraan], please pull over your vehicle."

Posisikan mobil polisi tepat di belakang kendaraan tersangka. Perintahkan pengemudi: "Turn off your engine and remain inside the vehicle."


2) Lapor ke Central (Dispatch)

Kirim laporan traffic stop di radio:

"Central, this is [Callsign Kamu] doing 10-55 / Traffic Stop at [Lokasi]. 60 / Vehicle is [Deskripsi Kendaraan] dengan [Jumlah penumpang] occupants inside. We are Code 4 right now, standby for further update."

3) Dekati Kendaraan

  • Turun dari mobil, jalan di sisi kiri menuju pintu sopir.
  • Tunjukkan badge polisi and perkenalkan diri.
  • Minta ID & SIM. Jika menolak kasih ID, jelaskan alasan stop (contoh: speeding, broken tail light, dll).
  • Jika memberi ID & SIM, lanjut ke tahap berikutnya.

4) Cek Identitas di MDT

Kembali ke mobil patroli. Cek nama tersangka di MDT apakah memiliki: WARRANT (buron), BOLO (kendaraan dicari), atau catatan pelanggaran lalin sebelumnya.

※ Jika ada WARRANT/BOLO → Segera ubah menjadi Felony Stop & panggil backup 10-78.


5) Konfirmasi Alasan Stop

Balik ke kendaraan tersangka. Tanyakan: "Do you know why I pulled you over?"

Jika jawabannya salah/tidak tahu → jelaskan alasan detail. Jika benar → biarkan mereka menjelaskan.


6) Berikan Sanksi

Putuskan tindakan akhir: Warning (peringatan lisan untuk lalin ringan) atau Ticket (denda). Kembalikan ID & SIM, lalu ucapkan: "Have a nice day, drive safe."

1) Lapor ke Central (Dispatch)

Sebelum inisiasi, lapor ke radio dengan format:

"Central, ini [Callsign Kamu], melakukan felony stop di [Lokasi], alasan: [Alasan kamu stop, misal: armed robbery suspect]. Kendaraan: [Deskripsi kendaraan] dengan [jumlah penumpang]. Requesting 78 / Backup, minta unit tambahan segera."

2) Tunggu Backup Minimal 2 Unit

Dilarang keras melakukan tindakan felony stop sendirian. Tunggu minimal 2 unit backup tiba di lokasi.


3) Formasi Unit

Atur posisi cruiser polisi:

  • Unit Backup 1 di kiri belakang kendaraan tersangka.
  • Unit Backup 2 di kanan belakang kendaraan tersangka.
  • Unit Utama (Anda) berada di tengah belakang forming perimeter *V-Block*.

4) Keluar Kendaraan (Koordinasi)

Koordinasikan serentak lewat radio:

"To units felony stop, kita keluar dari kendaraan dalam 3... 2... 1... GO."

Semua petugas keluar bersamaan, gunakan pintu mobil sebagai perlindungan (*cover*), senjata api diarahkan membidik lurus ke tersangka.


5) Instruksi ke Tersangka

Berikan komando suara tegas setahap demi setahap:

  • "Matikan mesin & buang kunci keluar!"
  • "Keluarkan tangan & buka pintu dari luar!"
  • "Jalan mundur perlahan ke arah suara saya, tangan tetap terangkat tinggi!"
  • "Berlutut & silangkan kaki Anda!"

Setelah tersangka berlutut aman, dekap, borgol (*cuff*), lalu amankan ke dalam mobil unit utama.


6) Amankan Kendaraan Tersangka

Unit backup menggeledah isi mobil tersangka: kumpulkan senjata ilegal, narkoba, barang curian. Dokumentasikan foto mobil & barang bukti, lalu panggil derek (*impound*) sesuai regulasi.


7) Process Tersangka

Bawa tersangka ke markas kepolisian terdekat (Alta/MRPD) untuk diproses secara hukum (Mugshot, Interogasi, denda/jail sesuai draf dakwaan).

  • Lakukan pemantauan terhadap aktivitas transaksi ilegal yang mencurigakan di area laporan.
  • Lakukan interogasi lisan di tempat & geledah (frisk) subjek untuk menemukan bukti kepemilikan narkotika atau uang haram.

※ EMERGENCY UPDATE: Apabila tersangka melarikan diri menggunakan kendaraan/kaki saat hendak disergap, situasi langsung berganti status menjadi pengejaran aktif 10-57 (Pursuit). Segera laporkan ke dispatch di radio untuk meminta bantuan penuh (10-78).

  • Laporkan situasi 10-71, tetapkan Code 3 respon darurat untuk seluruh unit di kota.
  • Dilarang keras unit pertama langsung menerobos masuk ke area baku tembak. Keselamatan Officer prioritas mutlak.
  • Tunggu di perimeter luar. Bentuk barikade jalan agar warga sipil yang tidak tahu tidak masuk ke zona peluru (Kill Zone).
  • Setelah bantuan datang dan situasi mereda, mulai lakukan sterilisasi dan pencarian bukti (*search*) di TKP. Jika menemukan suspect tergeletak, segera lakukan evakuasi medis dan bawa ke **Sector A (Alta/MRPD)**. Pastikan untuk melakukan uji GSR (Gunshot Residue) dan mengamankan bukti senjata (Take Evidence) terlebih dahulu!

Persyaratan Unit Patroli

Unit patroli (ADAM / ROBERT) maksimal terdiri dari tiga officer demi efisiensi taktis.


Tanggung Jawab First Responder (Unit Pertama Tiba)

Saat tiba pertama kali di TKP perampokan:

  • Nyatakan status 10-23 (Tiba di Lokasi) ke Dispatch.
  • Laporkan kondisi visual awal dan jumlah perkiraan tersangka jika terpantau.
  • Bangun perimeter pengamanan awal (*containment*) di area luar TKP.

Contoh Laporan Radio:

"Central, ini [Callsign] merespon ke [Jenis Robbery] di [Lokasi]."

Negosiasi

  • Jika ada Sandera (Hostage): Mulai negosiasi taktis untuk menjamin keselamatan sandera. Tunggu keputusan dan instruksi dari Incident Commander (IC).
  • Jika TIDAK ada Sandera: Polisi diizinkan melakukan tindakan penerobosan langsung (*breach-in*) sesuai kesepakatis taktis dan aturan Robbery Matrix.

Laporan Dispatch & Penetapan TAC

Setelah komando diambil alih oleh IC, panggilan formal dispatch harus dibuat dan alokasi saluran TAC radio ditetapkan. Saluran TAC ini wajib disesuaikan dengan jumlah kendaraan tersangka yang berupaya melarikan diri.


Transisi Menuju Pengejaran (Pursuit Transition)

Ketika tersangka mulai melarikan diri dari TKP menggunakan kendaraan, langsung ubah mode menjadi Prosedur Pursuit (Pengejaran). Unit Primary dan Secondary wajib ditunjuk seketika dan batas maksimal unit di lapangan harus dipatuhi dengan ketat.


Penanganan Kendaraan Tersangka Ganda

  • 1 Kendaraan Tersangka: Dibatasi maksimal 4-5 unit pengejar.
  • 2 Kendaraan Tersangka: Diperbolehkan hingga 8-10 unit pengejar (dipecah menjadi dua rombongan).
  • Lebih dari 2 Kendaraan: Unit tambahan disesuaikan secara proporsional berdasarkan diskresi mutlak dari Incident Commander.

Prosedur VCB (Visual Contact Broken)

Apabila salah satu kendaraan buronan mengalami status VCB (kehilangan kontak visual), unit Primary diperbolehkan mengalihkan rute untuk membantu unit pengejaran aktif lainnya pada insiden yang sama. Unit pendukung yang tidak mendapatkan target harus segera disengage (mundur) dan kembali bersiap untuk patroli kota normal.

Batasan Jumlah Unit

Jumlah maksimal unit aktif yang diperbolehkan di dalam iring-iringan pengejaran adalah 4 - 5 unit, dengan rincian formasi:

  • 2 Unit Interceptor (Henry / Golf): Wajib berada di paling depan sebagai unit pengambil keputusan.
  • 3 Unit Patroli Dasar (Basic / Adam / Lincoln): Bertindak sebagai unit pendukung di barisan belakang.

Dukungan Udara & Unit Khusus

Dalam situasi perampokan tertentu, Incident Commander (IC) dapat meminta otorisasi unit tambahan berupa Unit Motor (MARY) atau Air Support (AIR). Apabila AIR atau MARY dimasukkan ke dalam barisan aktif, maka salah satu unit pengejar dasar yang sudah ada sebelumnya wajib mengundurkan diri agar total unit di lapangan tetap dalam batas regulasi.


Tanggung Jawab Unit Utama

  • Primary Unit (Henry / Unit Paling Depan): Bertanggung jawab penuh mempertahankan kontak visual dengan ekor target. Fokus kemudi 100% aman dan dilarang melakukan call-out di radio demi menjaga konsentrasi berkendara.
  • Secondary Unit (Unit Kedua): Berfungsi sebagai navigator utama di radio, bertugas mengumumkan arah mata angin, nama persimpangan jalan, dan dinamika laju suspect agar unit perimeter dapat melakukan pemotongan lajur di depan.

Kategori Pengejaran: Clean Pursuit vs Hot Pursuit

Clean Pursuit (Normal)

Target mengemudi dalam batas kendali logis, tidak melompati bukit secara berlebihan, dan tidak sengaja menabrakkan diri untuk mencelakai polisi.

Hot Pursuit (Eskalasi Tinggi)

Pengejaran berlangsung lebih dari 10 menit, suspect melompati jembatan/bukit berkali-kali untuk merusak ban mobil, mengemudi di area pedestrian padat, atau menabrakkan kendaraan dinas secara ofensif.

※ Pedoman Toleransi: Tersangka hanya ditoleransi melakukan 1 kali lompatan tidak logis. Lompatan berulang akan langsung mengubah status taktis pengejaran menjadi Hot Pursuit.


Otorisasi PIT (Precision Immobilization Technique)

Menebas ekor mobil buron atau PIT hanya boleh dilaksanakan atas otorisasi verbal dari Incident Commander (IC) atau Sersan yang memimpin operasi. PIT diizinkan apabila pengejaran telah berlangsung di atas 10 menit, tidak ada sandera hidup di dalam kendaraan tersangka, serta kondisi jalan dinilai aman dari warga sipil.

PIT (Pursuit Intervention Technique) adalah manuver taktis yang terkendali dengan menempelkan bumper depan samping mobil polisi ke ban belakang samping mobil buron untuk menghentikan pelarian secara cepat.

Ilustrasi Manuver PIT

Ilustrasi Titik Kontak Sentuhan Manuver PIT

Langkah Pelaksanaan Manuver PIT:

1

Penyelarasan Posisi: Sejajarkan bumper depan samping kendaraan polisi dengan bumper/quarter-panel ban belakang kendaraan tersangka.

2

Kontak Fisik Terkendali: Lakukan kontak fisik halus secara sengaja pada bagian samping ban belakang target.

3

Akselerasi Konstan: Tekan pedal gas secara konstan ke arah sisi mobil tersangka untuk memutar poros kendalinya.

4

Spin Out: Kendaraan tersangka akan kehilangan traksi roda belakang and berputar 180 derajat hingga mesin mati.

⚠️ Catatan Penting Penahanan:

  • Manuver PIT tidak otomatis mengakhiri pengejaran secara instan.
  • Unit cadangan (Backup) wajib segera bergerak masuk mengurung mobil target (*vehicle pinning*).
  • Kecepatan ideal pengerjaan PIT yang aman bagi keselamatan berkendara berkisar antara 40 hingga 55 MPH.

Impound Sita dilakukan apabila kendaraan suspect berada di lokasi sebuah kasus dan diperlukan sebagai bagian dari proses penyelidikan atau pengamanan barang bukti.

Kondisi Pelaksanaan Impound Sita

  • Kendaraan suspect berada di lokasi sebuah kasus.
  • Kendaraan suspect masuk ke dalam air.
  • Suspect meninggalkan kendaraan dan berpindah ke kendaraan lain saat pengejaran (changing vehicle during pursuit).
  • Persetujuan Otoritas: Kendaraan hanya boleh dilakukan Impound Sita setelah mendapat persetujuan Incident Commander (IC).

Langkah-Langkah Pengecekan Lapangan

1

Cek Identitas Kendaraan: Tekan F1 → Police Interaction → Next Page → Checking Vehicle.

2

Dokumentasi Awal: Ambil foto kendaraan menggunakan mata satu dan tuliskan deskripsi kendaraan secara lengkap.

3

Pemeriksaan Sistem MDT: Periksa database MDT mengenai plat nomor kendaraan, status kriminal, serta profil pemilik kendaraan.

4

Pemeriksaan Fisik (Trunk & Glove Box): Gunakan mata satu untuk memeriksa Trunk (Bagasi) dan Glove Box.

5

Pengumpulan Bukti Foto: Ambil foto seluruh isi bagasi/glove box serta foto utuh fisik kendaraan secara keseluruhan (termasuk plate number yang terlihat jelas).

6

Penemuan Barang Ilegal: Wajib menggunakan sarung tangan taktis, amankan barang bukti resmi sesuai dengan prosedur evidence.


Administrasi & Pengarsipan

  • Sita Kendaraan: Setelah pengecekan tuntas, lakukan eksekusi: F1 → Police Interaction → Next Page → Impound Sita.
  • Pencatatan MDT & Forum: Tindakan Impound Sita wajib terarsip di sistem MDT serta Threads Forum resmi. Tambahkan catatan jika ada tampering (manipulasi) atau kejanggalan lain.
  • Website Putih (Impound Police): Masukkan seluruh foto evidence ke Website Putih pada bagian Impound Police. Cantumkan nomor MDT kasus, deskripsi kendaraan, kronologi singkat, dan berkas foto.
  • Pengecualian (Suspect Tertangkap): Apabila kendaraan digunakan dalam aksi perampokan / aktivitas ilegal lainnya dan suspect berhasil ditangkap, maka penyitaan kendaraan TIDAK menggunakan Impound Police melainkan wajib diproses melalui: IMPOUND VEHICLE PUBLIC.
Peringatan Penting: PENGGUNAAN IMPOUND POLICE DAN IMPOUND VEHICLE PUBLIC HARUS DISESUAIKAN DENGAN JENIS KASUS DAN STATUS PENANGANAN SUSPECT.

1. Verifikasi Identitas & Berkas

  • Minta dokumen identitas warga yang ingin mengambil kendaraan.
  • Minta Plate Number kendaraan yang dimaksud.
  • Lakukan cross-check menyeluruh terhadap riwayat warga, catatan kriminal warga, riwayat kendaraan, serta catatan khusus kendaraan melalui MDT dan Website Putih (bagian Impound Police).

2. Pemeriksaan Dokumen Catatan (Notes)

Petugas WAJIB membaca bagian NOTES yang tertera pada profile warga, profile kendaraan, sistem MDT, serta arsip website.

CONTOH KASUS:

Apabila kendaraan terkait dengan kasus narkotika dan memiliki instruksi catatan tidak boleh dikeluarkan sampai tanggal tertentu, maka:

⚠️ JANGAN mengeluarkan kendaraan tanpa adanya persetujuan resmi dari Incident Commander (IC) yang menangani kasus tersebut.


3. Status BOLO & Penyelesaian Tanggungan

  • Pastikan kendaraan tidak berstatus BOLO (Be On the Look Out).
  • Jika kendaraan terdeteksi berstatus BOLO, ikuti instruksi ketat pada Incident MDT yang berkaitan.
  • Selesaikan seluruh kewajiban administrasi hukum yang tercantum dalam MDT (seperti pembayaran denda yang tertunggak atau penyelesaian kasus bersangkutan).

4. Penyerahan Kendaraan & Biaya Regulasi

Apabila seluruh pemeriksaan berkas warga dan kendaraan dinyatakan bersih and valid:

  • Sebelum diserahkan, lakukan pemeriksaan fisik ulang pada bagian Trunk and Glove Box.
  • Tagihkan denda biaya regulasi resmi pengeluaran kendaraan sita sebesar: $5,000.
  • Setelah seluruh rangkaian transaksi selesai, berikan kembali kunci kendaraan kepada warga tersebut.
Peringatan Penting: PASTIKAN NOTES, STATUS BOLO, DAN CATATAN MDT TELAH DIPERIKSA SECARA MENYELURUH SEBELUM KENDARAAN DIKELUARKAN.

1. Introduction (Pendahuluan)

ShareX dapat digunakan sebagai alat pengumpul bukti digital / Body Cam Evidence Tool untuk mengambil screenshot secara cepat di dalam Kota. Hasil tangkapan layar tersebut akan otomatis terunggah ke penyimpanan awan (cloud server) untuk menghasilkan tautan bukti (evidence links) instan yang sangat berguna untuk pengisian laporan patroli, penyelidikan kasus, laporan penangkapan (MDT), rekapitulasi insiden, serta aktivitas penegakan hukum lainnya.


2. Download ShareX

Unduh and pasang aplikasi ShareX versi terbaru melalui situs resmi untuk memulai konfigurasi perekaman bukti taktis:

Download ShareX Official

3. ShareX Setup Guide

ShareX harus dikonfigurasi dengan benar terlebih dahulu sebelum dapat digunakan di dalam Kota agar tidak mengganggu performa and proses pengambilan gambar berjalan instan. Silakan ikuti tutorial konfigurasi lengkap melalui video panduan berikut:

ShareX Setup Tutorial Video

Tonton panduan konfigurasi otomatisasi link bukti.

Watch on YouTube

Video tutorial tersebut mencakup pembahasan penting mengenai:

  • Initial ShareX configuration — Pengaturan awal hotkey and kompresi gambar.
  • Automatic image uploads — Konfigurasi otomatis ke server gambar setelah screenshot diambil.
  • Generating image links — Pengaturan agar tautan langsung disalin otomatis ke clipboard.
  • Efficient evidence collection workflow — Alur kerja cepat pengumpulan bukti tanpa perlu meminimalkan (alt-tab) Kota.

4. FiveManage Integration

Untuk manajemen bukti yang lebih profesional and terorganisir khusus bagi komunitas GTA V Roleplay, disarankan mengintegrasikan ShareX dengan layanan penyimpanan awan FiveManage.

Kenapa Integrasi FiveManage Sangat Berguna? FiveManage menyediakan host gambar berkecepatan tinggi yang stabil, aman, and dirancang khusus untuk menyimpan dokumentasi MDT, log kepolisian, and bukti persidangan tanpa risiko tautan kedaluwarsa.
Peningkatan Efisiensi Bukti Mempermudah pelacakan seluruh log screenshot yang pernah diambil oleh Officer. Gambar yang terunggah dikelompokkan dengan rapi and dapat diakses kapan saja dari dashboard web FiveManage.
FiveManage ShareX Integration Guide

5. Recommended Workflow (Alur Kerja Rekomendasi)

Biasakan mengikuti 5 langkah berurutan ini untuk menjaga akurasi pendokumentasian bukti taktis di lapangan:

1
Capture Evidence

Ambil screenshot kejadian krusial di dalam game menggunakan hotkey ShareX.

2
Upload Auto

ShareX mengunggah gambar tersebut secara otomatis ke server cloud (FiveManage).

3
Obtain Link

Tautan gambar yang tergenerasi otomatis tersalin ke clipboard sistem Anda.

4
Insert Link

Tempelkan (paste) tautan tersebut ke MDT, laporan patroli, atau forum LSPD.

5
Organize

Gunakan format spoiler forum yang dskriptif untuk merapikan visual laporan.


6. Tips & Best Practices

  • Capture All Important Moments — Rekam setiap transaksi ilegal, penolakan perintah, penembakan, tabrakan, and pemrosesan hak Miranda.
  • Ensure Key Info is Visible — Pastikan nama tersangka (bila memungkinkan), plat nomor kendaraan target, serta lokasi radar jalan terlihat jelas dalam screenshot bukti.
  • Before & After Shots — Ambil bukti kondisi sebelum intervensi taktis (misal: posisi kendaraan melanggar) and setelah intervensi (misal: kendaraan setelah diderek).
  • Logical Organization — Kelompokkan bukti di forum laporan menggunakan spoiler yang diberi nama spesifik (Cth: [spoiler=Sita Senjata] daripada [spoiler=Bukti 1]).
  • Professional Standards — Selalu jaga kerapihan dokumentasi sebagai bukti otentik yang dapat dipertanggungjawabkan di persidangan (Court Trial).

A. Aturan Umum Robbery

  • Minimal suspect harus memiliki 1 sandera. Jika tidak ada sandera, polisi berhak melakukan breach-in.
  • Maksimal waktu HIT ROBBERY adalah 1 jam sebelum badai.
  • Dilarang melakukan aktivitas kriminal 30 menit sebelum badai.

B. Robbery Matrix

Robbery Pursuit Barricade Max Criminal Min Police Weapon Class Vehicle Helicopter
BOOSTING CAR / ATM 6426 Class 1 + All Revolver Based on Negotiation Not Allowed
LTD 12848 Class 1 Based on Negotiation Not Allowed
LAUNDROMAT / CASH EXCHANGE / CONTAINER 1210610 Class 2 Based on Negotiation Not Allowed
JEWEL 2410610 Class 2 Based on Negotiation Not Allowed
BOBCAT / ART ASYLUM 3012812 Class 2 Based on Negotiation Not Allowed
FLEECA 3012812 Class 2 Based on Negotiation 1 Police Helicopter
ROXWOOD / PALETO 36141014 Class 3 Based on Negotiation 1 Police Helicopter
PACIFIC 40161216 Class 3 Based on Negotiation 2 Police Helicopters
MAZE BANK 46181418 Class 3 Based on Negotiation 2 Police Helicopters
CASINO 50201620 Class 3 Based on Negotiation 2 Police Helicopters

C. Ketentuan Barricade & Tactical Rules

Jika jumlah officer lebih sedikit dari badside dalam situasi barricade, maka polisi berhak:

  • Menggunakan senjata 1 level di atas badside
  • Menggunakan 1 helikopter

Jika situasi barricade terjadi di luar 5 blok, polisi berhak:

  • All-in officer
  • Class senjata tidak dinaikkan

Jika terjadi setup One Way / Tangga Monyet, polisi berhak:

  • Menggunakan senjata 1 level di atas badside
  • All-in officer
  • Menggunakan 1 helikopter

Police Weapons

CLASS 1

  • Combat Pistol
  • AP Pistol
  • PD 2011
  • Heavy Pistol
  • JR136 Timberstrike

CLASS 2

  • Combat PDW
  • Assault SMG
  • SMG MK2
  • Revolver MK2
  • MI9
  • Colt Revolver
  • Pump Shotgun MK2
  • Bullpup Shotgun
  • Combat V7X
  • Vector Sector

CLASS 3

  • Carbine Rifle MK2
  • Special Carbine MK2
  • Assault Rifle MK2
  • Bullpup Rifle MK2
  • CQB Universal Bullpup Rifle
  • Modern Universal Bullpup Rifle
  • Universal Bullpup Rifle
  • SA Tactical Rifle
  • SA Tactical Rifle MK2
  • XEN7 Warden PD
  • RRC3 Achromic

Criminal Weapons

CLASS 1

  • Pistol .50
  • Ceramic Pistol
  • X17 Modular
  • Machine Pistol
  • ST84 Skulln Sword
  • MX18 Classyblue

CLASS 2

  • Mini SMG
  • Micro SMG
  • SMG
  • Navy Revolver
  • KVR
  • Pump Shotgun
  • Revolver Black
  • Sawn Off Shotgun
  • SDR7
  • VTN33 Graveshift

CLASS 3

  • Double Action
  • Assault Rifle
  • Carbine Rifle
  • MB47
  • AGC
  • BK12
  • Dragon
  • Scarl Godzilla
  • AK47 Purplefunk
  • AKT
  • Foolv2 RED
  • M6A9 Diamond Soul
  • Scarl Rusty
  • M4 T Neon
  • Integrale

"Sebagai seorang Incident Commander, Anda diwajibkan memiliki ketegasan, kewaspadaan tinggi, serta keberanian dalam mengambil langkah taktis. IC memikul tanggung jawab absolut atas keseluruhan operasi di lapangan"

- Pamanahrasa's Field Note

Tanggung Jawab di TKP (Crime Scene)

  • Wajib mengawasi keaslian barang bukti tanpa cacat dari TKP hingga diserahkan ke ruang penyimpanan barang bukti **Alta/MRPD**.
  • Menunjuk unit patroli spesifik untuk memikul tugas Primary, Secondary, atau Spike Unit sebelum kejar-kejaran berkepanjangan terjadi.
  • IC berwenang menyuruh unit radio diam dengan ucapan "10-3, Clear the Comms!" jika kondisi taktis memanas.

Taktik Khusus (Izin IC / Sergeant)

  • Spike Strip Deployment Hanya dapat dilepaskan oleh unit yang diperintahkan. Harus di-deploy dari blind spot tersangka.
  • PIT Maneuver Otorisasi benturan taktis untuk mematikan pergerakan mobil. dengan mem-PIT belakang mobil suspect)
  • Box Car Menghalangi/memblok kendaraan suspect dari segala arah

Pursuit Line Up

Urutan iring-iringan unit pengejaran (10-57) dikelola penuh oleh IC:

1

Primary Unit

Unit paku terdepan. Fokus visual 100% pada mengemudi aman mengejar ekor target. Dilarang keras call-out.

2

Secondary Unit

Penyampai informasi. Bertanggung jawab penuh menyuarakan arah jalan di radio agar dibantu kepung.

3

Alternate Unit

Melakukan manuver menyamping untuk menjebak rute jalan pintas tersangka.

Hak Miranda (Miranda Rights)

"You have the right to remain silent. Anything you say can and will be used against you in the court of law. You have the right to an attorney. If you cannot afford one, one will be provided for you. Do you understand these rights as I have read them to you?"

Alur Pemrosesan Tersangka (Suspect Processing)

1

Penanganan Awal di Station

  • Setelah tiba di station, segera bawa suspect ke Sel Tahanan (Holding Cell) atau Ward.
  • Jika terdapat banyak suspect, tempatkan mereka di area station yang lebih luas agar proses pemeriksaan berjalan dengan tertib.
Penanganan Suspect Pingsan / Cedera:
  1. Segera panggil petugas EMS dan lakukan tindakan pertolongan pertama BLS (Basic Life Support) sesuai SOP.
  2. Lakukan pemeriksaan residu tembakan melalui GSR Test.
  3. Sebelum suspect dibangunkan/pulih: Ambil foto seluruh barang bawaan suspect secara jelas serta foto hasil GSR Test sebagai lembar bukti (*evidence*).
  4. Setelah penanganan medis selesai oleh EMS, biarkan suspect menyelesaikan administrasi pengobatan, borgol kembali suspect secara rapat, kemudian segera bacakan Miranda Rights.
2

Penggeledahan dan Penyitaan

Lakukan penggeledahan fisik secara menyeluruh pada badan suspect serta tas atau barang bawaan yang dibawa.

  • Sita seluruh barang ilegal yang ditemukan di tubuh/tas tersangka, termasuk: Senjata ilegal, Narkoba, Uang Merah (Dirty Money), serta Barang Ilegal Lainnya.
  • Ambil dokumentasi foto yang jelas pada semua barang bukti yang disita.
  • Input data berkas foto bukti sitaan tersebut ke dalam sistem MDT sesuai ID Kejadian (*incident*) yang ditangani.

※ Setelah penyitaan rampung, lepaskan borgol tersangka sementara waktu dan perintahkan tersangka untuk melepaskan topi, masker, kacamata, atau penutup wajah lainnya yang menghalangi visual.

3

Verifikasi Identitas & Mugshot

Minta tersangka untuk menunjukkan ID Card resmi miliknya, lalu ambil dokumentasi foto ID Card tersebut.

SOP Fingerprint (Bila suspect tidak membawa ID):
  1. Tuntun tersangka menuju ke meja mesin fingerprint.
  2. Masukkan nomor kantong (Pocket Number) tersangka ke sistem mesin.
  3. Bila mesin menampilkan kode identifikasi unik, salin berkas kode tersebut dan ambil foto kode fingerprint sebagai evidence valid.
  4. Buka terminal MDT, akses menu Profile, lalu masukkan kode fingerprint tadi ke kolom pencarian untuk melihat identitas asli pemilik kode.

Serahkan papan identitas mugshot kepada tersangka, posisikan tersangka membelakangi dinding pengukur tinggi badan, lalu ambil foto mugshot resmi sesuai ketentuan LSPD.

4

Pengisian MDT, Pembacaan, & Pembayaran

  1. Input Laporan MDT: Akses menu Incident di MDT, cari laporan kejadian aktif Anda, masuk ke kolom Criminal, tekan tombol (+) untuk menambahkan nama tersangka.
  2. Handle Charge: Masukkan draf tuntutan (Penal Codes) tersangka berdasarkan arahan/diskresi Incident Commander (IC). Verifikasi keakuratan charge sebelum disimpan.
  3. Pembacaan Tuntutan: Bacakan pasal Penal Code yang dilanggar, total denda, serta draf total masa tahanan kepada tersangka, kemudian tanyakan pembelaan mereka: Plead Guilty atau Not Guilty.
  4. Mekanisme Pembayaran Denda (Jika Plead Guilty):
    • Tekan tombol Send Fine di MDT. Setelah dikirim, centang tanda Processed dan Plead Guilty di database profile tersangka.
    • Alternatif Tablet (F1): Buka Tablet (F1) → Pilih Billing → Masukkan nomor kantong tersangka → Masukkan nominal denda sesuai kalkulasi MDT.
    • PENTING: Transaksi denda wajib ditransfer lewat rekening bank. Dilarang keras menerima pembayaran tunai (Cash).
  5. Verifikasi Pembayaran: Masuk ke tab Billing History untuk melihat status pembayaran. Bila denda belum terbayar lunas, gunakan instruksi tindakan Force Pay dari profile data billing tersangka.
5

Pengiriman ke Penjara (Jail System)

  • Hubungi petugas DOC (Department of Corrections) Central atau DOC Lokal untuk melakukan proses pengawalan (*escort*) tersangka menuju ke penjara.
  • Apabila tersangka merupakan status Court Verdict (meminta pengacara/menunggu sidang), prioritaskan koordinasi pemanggilan unit DOC Central untuk melakukan penjemputan pengawalan.
  • Jika kondisi lapangan sedang kosong dan tidak ada petugas DOC yang bertugas/merespon, lakukan proses pemenjaraan mandiri secara aman melalui MDT Jail System atau gunakan perintah teks perintah administratif /jail sesuai dengan regulasi SOP server.

Catatan Penting Penggunaan MDT

1. Pembacaan Denda & Masa Tahanan Nominal denda wajib dibacakan secara penuh tanpa dipotong atau disederhanakan.
Contoh: $24,562 wajib dibacakan sebagai "Dua puluh empat ribu lima ratus enam puluh dua dolar."
Masa tahanan (Contoh: 90 bulan) juga wajib dibacakan dengan jelas. Pengurangan masa kurungan hanya boleh disetujui atas instruksi langsung dari IC apabila berhak menerima keringanan.
2. Ketentuan Tuntutan Saling Tumpuk (Stacking Charge) Satu draf tuntutan (Charge) hanya dihitung satu kali untuk satu tindak kejahatan yang terpisah. Namun, apabila tersangka membawa barang bukti ilegal atau melakukan pelanggaran kategori sejenis lebih dari satu barang bukti, maka draf tuntutan dapat ditumpuk (di-stack) sesuai jumlah temuan di tubuh tersangka.
Contoh: Membawa dua unit senjata ilegal berkategori sama akan diinput sebanyak 2x Stacking Charge.
3. Aturan Tanda Status (Warrant, Processed & Plead Guilty) Ikuti matriks kontrol status record MDT ini secara akurat:
  • WARRANT: Aktifkan hanya jika tersangka merupakan buron terdaftar, target DPO, atau memiliki surat perintah penangkapan aktif dari pengadilan.
  • PROCESSED & PLEAD GUILTY: Centang status ini bila tersangka sudah selesai diproses, mengakui perbuatannya, dan denda administrasinya telah lunas dibayarkan.
  • HANYA PROCESSED: Centang status ini jika tersangka sudah selesai diproses di station namun menolak mengaku bersalah (Not Guilty) dan memilih untuk melimpahkan kasus ke persidangan (*court verdict*).
4. Penanganan Tanpa Petugas DOC Jika tidak ada unit DOC di kota, laksanakan proses pengiriman sel penjara mandiri menggunakan terminal Jail System pada MDT atau gunakan eksekusi teks perintah /jail sesuai dengan kebijakan kota.

Alur Court Verdict

SOP penanganan hukum ketika tersangka menyatakan "Not Guilty" and meminta sidang/mediasi pengacara.

Suspect Ditangkap

Miranda Rights dibacakan

?

Pleads "Not Guilty"

Menolak dakwaan MDT awal

Lawyer Tersedia

Pengacara datang ke Alta/MRPD mendampingi proses mediasi taktis

Lawyer Tidak Ada

Tersangka ditahan sementara (Hold) menunggu jadwal sidang hakim

Sidang Pengadilan (Court Trial)

Hakim memeriksa alat bukti rekaman CCTV, saksi, kesaksian polisi, and laporan MDT.

Vonis: GUILTY

Dakwaan polisi terbukti sah. Tersangka dimasukkan ke dalam Boilingbroke Penitentiary.

Vonis: NOT GUILTY

Bukti tidak memadai. Tersangka dibebaskan murni tanpa catatan kriminal tambahan.

Penal Code Quick Reference

Gunakan cheat sheet ini sebagai acuan cepat pengisian denda dan tuntutan di MDT.

Robbery Codes

Type of Robbery

  • LTD: Commercial Robbery
  • FLEECA: Public Bank
  • Bobcat, Museum, Grupee, Cash Exch, Laundromat: Major Property Robbery
  • Pacific, Blaine, Maze Bank: Federal Bank Robbery
  • Rumah: Burglary (10-31A)
  • Jewel: Vangelico Property

Suspect Additional Charges

Jika terbukti melakukan penahanan sandera, kabur, atau membawa senjata:

Hostage Charges

  • Hostages: 1–2 Hostage
  • Aggravated Hostages: 3–4 Hostage

Flight & Property Charges

  • Resisting Arrest (bawa mobil)
  • Stolen Goods (Barang rampokan / Uang bank)

Duit merah tidak terhitung.

Possession of Illegal Money tidak termasuk dalam Stolen Goods.

Weapon & Contraband Charges

  • Criminal Possession of a Firearm (Class 1/2/3)
  • Unlawful Possession of Ammunition
  • Possession of Schedule I atau II (Narkoba)

Drug Problem

Narcotics Classification

Schedule I (Weed Bag, Opium Bag):
  • Misdemeanor Possession: Kurang dari 60 gram.
  • Felony Possession: Lebih dari 60 gram.
Schedule II (Meth Bag, Cocaine):
  • Misdemeanor Possession: Kurang dari 100 gram.
  • Felony Possession: Lebih dari 100 gram.

Distribution & Trafficking

  • Distribution of a Schedule Category: Total seluruh narcotics lebih dari 800 gram.
  • Drug Smuggling: Total seluruh narcotics lebih dari 2000 gram.
  • Drug Trafficking: COURT VERDICT

    Total seluruh narcotics lebih dari 4000 gram.

Possession of Drug Paraphernalia

Kategori alat produksi meliputi: Meth Oven, Meth Table, Bagging Table, Baggy, Planting Pot, Cannabis Seed, Weed, Phos, Pseudo, Acid, Liquid Meth, Meth.

  • Kategori A: kurang dari 10 item.
  • Kategori B: 10 item atau lebih.

Drug Manufacturing

Drug Manufacturing: COURT VERDICT

Melakukan proses produksi Schedule Controlled Substances. Berlaku untuk produksi kedua kategori narkotika yang tersedia.

Gang Problem

Gang vs Gang (Perang Gang)

  • Gang related shooting
  • Drive-by shooting (+ berkendara)
  • Criminal usage of firearm (Use Weapon - **WAJIB UJI GSR**)

Gang Sengaja Nembak Polisi

  • Aggravated Battery to Government Employee
  • Drive-by shooting (+ berkendara)
  • Criminal usage of firearm

Suspect Possession (Jika Membawa)

  • Criminal possession of a firearm (class 1/2/3)
  • Possession of illegal money
  • Possession of schedule I atau II (narkoba)
  • Possession of BulletProof Vest
  • Possession of ammunition / Distribution

Ammunition & Vests

Ammunition

  • Unlawful Possession of Ammunition - Membawa total amunisi kurang dari 300 butir. Berlaku untuk seluruh jenis amunisi secara akumulatif (total keseluruhan amunisi harus kurang dari 300 butir).
  • Illegal Distribution of Ammunition - Membawa total amunisi lebih dari 300 butir dan kurang dari 2000 butir.
  • Ammunition Smuggling COURT VERDICT
    - Membawa total amunisi lebih dari 2000 butir.

Bulletproof Vest

  • Misdemeanor Possession of Bulletproof Vest - Membawa kurang dari 10 vest.
  • Felony Possession of Bulletproof Vest COURT VERDICT
    - Membawa 10 vest atau lebih.

Financial & Possession Offenses

Unauthorized Device

  • Possession of Unauthorized Device (Hacking Device) Contoh: Lockpick, Green Card, atau perangkat akses ilegal lainnya yang diidentifikasi digunakan untuk melakukan tindak kriminal.

Illegal Money

  • Minor Possession of Illegal Money - Uang Merah kurang dari $50,000.
  • Third Degree Possession of Illegal Money - Uang Merah sampai $149,999.
  • Second Degree Possession of Illegal Money - Uang Merah sampai $399,999.
  • First Degree Possession of Illegal Money COURT VERDICT
    - Uang Merah lebih dari $400,000.

Obstruction & Accomplice Offenses

Evidence Tampering

Definisi: Menghilangkan, merusak, membuang, atau menghambat proses pengamanan barang bukti untuk menghindari penyelidikan atau proses hukum.

Contoh Tindakan:

  • Dengan sengaja menceburkan kendaraan yang berisi barang bukti ke laut, sungai, atau perairan lainnya saat pengejaran.
  • Dengan sengaja membuang (dropping) barang bukti saat sedang dikejar oleh petugas.
  • Dengan sengaja menghilangkan barang bukti untuk menghambat investigasi.

Catatan: Charge ini dapat digunakan apabila terdapat indikasi kuat bahwa tindakan dilakukan khusus untuk menghilangkan atau merusak barang bukti.

Accessory to Robbery

Definisi: Membantu, memfasilitasi, melindungi, atau terlibat dalam tindak perampokan tanpa menjadi pelaku utama.

Gunakan untuk:

  • Kasus perampokan.
  • Membantu pelaku perampokan.
  • Menyediakan bantuan, kendaraan, tempat pelarian, atau dukungan lainnya dalam kasus perampokan.

Catatan: Digunakan khusus dalam kasus Robbery.

Obstruction of Public Duty

Definisi: Menghambat, mengganggu, atau menghalangi tugas petugas yang sedang menjalankan kewajibannya.

Contoh Tindakan:

  • Menghalangi penangkapan.
  • Menghalangi investigasi.
  • Membantu pelarian suspect.
  • Mengganggu tindakan kepolisian yang sah.

Catatan: Digunakan untuk kasus selain Robbery yang melibatkan bantuan terhadap pelaku atau penghambatan tugas petugas.

Auto-Generator Patrol Report

Isi Data Patroli Anda

Evidence / Dokumentasi

Masukkan nama bukti deskriptif (Cth: Vehicle, Suspect ID/Mugshot, Suspect Inventory, Crime Scene, Hostage/Victim, dll.). Sistem akan membuat format spoiler forum otomatis.

Live Preview

Preview updates automatically while you fill out the report.

Real-time
Hasil BBCode (Otomatis)

Report Analysis

LIVE
Quality Score —/100

Fill in the report to see score...

Completeness
—/30%
Narrative
—/20%
Evidence
—/15%
Legal Docs
—/15%
Chronology
—/10%
Formatting
—/10%

Missing Information

Write your patrol narrative to detect missing info...

Recognized Entities

Start writing to detect entities...

Forum Preview (Contoh Patrol Report)

LSPD Forum Style
LSPD Logo
Los Santos Police Department
PATROL REPORT
A. GENERAL INFORMATION

Officer Name : Pamanah Rasa

Station : 71

Rank : Sergeant II

Badge Number : 71102

B. PATROL REPORT OFFICER
First Report

Date: 21/01/2026

Details:

At approximately 21:20 International Time, while conducting a routine patrol, I, Officer Pamanah Rasa, received a report regarding brandishing a weapon and narcotics activity in front of the Alta Police Department. I immediately responded to the scene and observed a red sedan with license plate MLF 6172 fleeing the area.

I began coordinating and requesting additional units for backup. The pursuit continued until the suspect vehicle became immobilized beneath the Olympic Freeway. The primary suspect, later identified as Barontew Cranley, exited the vehicle and attempted to flee on foot.

Shortly after, additional suspects—later identified as Rae Mural, Derrick Boza, and Jeje D. Schmidt—arrived on scene and opened fire on responding officers. A sustained and intense firefight ensued. Officers were able to successfully neutralize all involved suspects and secure the scene.

All suspects were taken into custody and transported to Sector A, Alta PD, for further processing under the applicable Penal Codes.
ID 7353

Evidence:

Spoiler: Vehicle DamageImage: https://i.imgur.com/n2HziOd.png
Spoiler: Suspect InventoryImage: https://i.imgur.com/UM21nO0.jpeg

Panduan Lengkap Tools Editor Forum

B I U : Tebal, Miring, Garis Bawah.
" : Membuat blok kutipan teks (Quote).
</> : Menuliskan kode script (Code format).
List Icons & * : Membuat daftar *bullet* atau penomoran.
Image Icon : Menyisipkan link gambar.
Rantai Icon : Menyematkan URL/Link website.
Tetes Air : Mengubah warna teks (Color).
Normal : Mengubah ukuran font.
Mata : Membuat Spoiler (menyembunyikan konten panjang/gambar).
align, center, left... : Mengatur perataan teks paragraf.
box, cbox, divbox : Membuat kotak kontainer untuk merapikan layout laporan.
br & hr : Garis baru (Enter) & Garis pembatas horizontal.
tab : Memberikan spasi indentasi paragraf.

Kenaikan pangkat di Los Santos Police Department didasarkan penuh atas jam terbang, disiplin, kepemimpinan taktis, serta kepatuhan administratif penyusunan Patrol Report.

Rookie Police Officer II

Basic Patrol Qualification

Administrative Requirement

  • Minimum 5 Patrol Reports

Performance Requirement

  • Menyelesaikan masa percobaan (Probationary Phase)
  • Sudah memahami tugas dan kewajiban Police Officer di lapangan

Examination Requirement

Lulus Ujian Tertulis dan Praktik LSPD Dasar:

  • Chain of Command
  • 10-Code
  • Radio Behavior
  • Traffic Stop
  • Pursuit Behavior
  • Robbery Situation
  • Impound Police

Police Officer II Police Officer III (FTO)

Training Authorization

Administrative Requirement

  • Minimum 10 Patrol Reports

Performance Requirement

  • Decision Making (minimum 2x mengambil peran Incident Commander)
  • Sudah dianggap mampu untuk melatih Rookie di lapangan

Examination Requirement

Lulus Ujian Tertulis dan Praktik LSPD Lanjutan:

  • Theory and Procedural Knowledge (SOP & Penal Code)
  • Traffic Stop
  • Pursuit Behavior
  • Felony Stop

Police Officer III (FTO) Sergeant

Supervisory Role

Administrative Requirement

  • Minimum 15 Patrol Reports

Performance Requirement

  • Decision Making (minimum 10x mengambil peran Incident Commander)
  • Memiliki kemampuan kepemimpinan yang tinggi
  • Mampu mengontrol TKP kompleks secara mandiri
  • Mampu bertindak tegas sebagai Incident Commander (IC)

Evaluation Requirement

Lulus Evaluasi:

  • Leadership Evaluation
  • Internal Conflict Management
BBCode Berhasil Disalin ke Clipboard!